Ikan Hias Air Tawar Indonesia Coba Tembus Pasar Global Lewat KALIKAN EXPO 2022

ilustrasi (foto : Robert Balog/pixabay)

Produk ikan hias air tawar Indonesia akan dikonteskan pada event Kalikan EXPO 2022 DI Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran pada 14-16 Oktober mendatang . Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama start up Kalikan.

Acara ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak lagi produk ikan hias air tawar yang dihasilkan para pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Indonesia, sehingga bisa menembus pasar global.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menjelaskan dalam siaran pers yang di release oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) , ikan hias air tawar merupakan primadona di pasar internasional. Berdasarkan data yang ada, perdagangan ikan hias di pasar internasional 79 persennya adalah jenis ikan hias air tawar. 

“Uang yang berputar di bisnis ikan hias air tawar cukup menggiurkan. Karena kementerian menaruh perhatian besar pada perkembangan ikan hias air tawar. Kalikan Expo bertujuan membantu pelaku ikan hias air tawar yang umumnya kebanyakan UMKM, untuk bisa meningkatkan daya saing produknya dan membuka akses pasar untuk teman-teman UMKM go global,” ungkapnya.

Nilai permintaan ikan hias dunia tahun 2017 lalu sebesar USD315,12 juta meningkat menjadi USD366,61 juta pada tahun lalu. Indonesia sendiri saat ini masuk lima besar eksportir ikan hias dunia dengan nilai ekspor USD 34,5 juta pada tahun 2021, di mana sebagian besar disumbang oleh ikan hias air tawar.

Menteri Kelautan dan Perikanan telah menerbitkan Kepmen KP Nomor 2/2021 perihal penetapan 2 jenis ikan sebagai maskot ikan hias nasional, yakni Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) sebagai maskot ikan hias air tawar dan Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) sebagai maskot ikan hias laut.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Kalikan, Ardani Yusuf Prawira mengatakan, kontes ikan hias air tawar memperebutkan Piala Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut diikuti peserta dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Ikan hias air tawar yang dilombakan di antaranya chana, gold fish, lohan, dan siklid.

“Dewan juri dalam lomba ini juga ada yang berasal dari luar negeri. Selain kontes, Kalikan Expo juga akan ada pameran, serta dialog tentang pemberdayaan UMKM. Yang dibahas nantinya tentang industri ini, upaya peningkatan kualitas dan daya saing, hingga regulasi. Jadi bakal banyak sekali keuntungan yang didapat teman-teman UMKM, baik dari sisi manajemen bisnis, tentang ikannya, tentang pakan dan sebagainya,” ungkap Ardani. 

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM Riza Priyatna mengatakan, dukungan KKP terhadap pelaku usaha ikan hias juga dilakukan dengan memudahkan akses layanan melalui sistem sertifikasi online Jesika Mo. Dengan sistem ini, pelaku usaha perikanan tidak perlu jauh-jauh ke bandara untuk mengurus sertifikasi yang menjadi syarat lalu lintas produk ikan hias.(*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments