Kemenperin: Kenaikan BBM Momentum Beralih ke Kendaraan Listrik

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2022. (foto: kemenperin.go.id)

Kenaikan harga BBM dapat menjadi momentum masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang rendah emisi serta mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

“Meningkatnya minat masyarakat ke kendaraan rendah emisi juga dapat mengurangi konsumsi BBM dan melakukan diversifikasi energi. Sehingga mampu mengurangi ketergantungan Indonesia akan harga minyak global,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mewakili Menteri Perindustrian pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2022.

Ia mengemukakan, pihaknya memberi apresiasi terhadap penyelenggaraan GIIAS yang memberikan informasi dan edukasi kepada para pengunjung tentang keunggulan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Pada penyelenggaraan GIIAS 29th beberapa waktu lalu, terdapat tren kenaikan yang cukup signifikan dari masyarakat untuk memiliki kendaraan teknologi elektrifikasi (xEV), baik kendaraan berjenis hybrid sampai dengan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB),” papar Taufiek seperti yang dikuip dari laman kemenperin.go.id.

Besarnya animo masyarakat tersebut, terlihat dari terjualnya 1.594 unit kendaraan xEV dengan rincian 1.274 unit BEV/ KBLBB dan 320 unit kendaraan hybrid. Penjualan ini jauh lebih besar daripada penjualan EV selama satu tahun periode tahun lalu.

Kemenperin juga memberikan apresiasi pada gelaran GIIAS ke-29 yang tercatat dihadiri hingga 385 ribu pengunjung dengan jumlah transaksi sebesar Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.Capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang terselenggaranya GIIAS.

Industri otomotif, menurutnya, menjadi kontributor utama terhadap sektor industri alat angkutan. Saat ini, telah memiliki total 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat. “Industri kendaraan bermotor roda empat memiliki total investasi Rp139,37 triliun, dan kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun,” tambahnya.

Industri otomotif menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif dari tier-1 sampai tier-3. Sektor ini juga mampu memberikan devisa yang signifikan melalui capaian ekspornya.

“Kinerja ekspor industri otomotif Indonesia sampai Juli 2022 mencapai 238 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar USD2,95 miliar, kemudian ekspor 60 ribu set kendaraan CKD dengan nilai sebesar USD71,159 juta, dan ekspor 10,27 juta pieces komponen dengan nilai USD1,18 miliar,” imbuhnya.

Penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2022 ini dapat mendorong tercapainya green mobility dalam industri otomotif Indonesia. Green mobility menjadi titik berat manufaktur untuk menghasilkan kendaraan yang ramah lingkungan dengan berbagai kemajuan teknologi, sehingga sektor otomotif dapat mendukung target carbon neutral di tahun 2060. (*)

 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments