Mentan Pastikan Kebutuhan Pangan Hingga Akhir Tahun Aman

Ilustrasi (foto:Couleur/pixabay)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan kepastian bahwa kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini akan aman. Hal ini dinyatakan Syahrul Yasin Limpo dalam acara Business Talk (B-Talk) Kompas TV, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dikatakan oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL), dari neraca kita yang ada, yaitu dari Januari sampai Desember 2022 ini, Insya Allah semua kebutuhan pangan dalam negeri dalam kondisi aman dan cukup. Kementan bersama kementerian lain, termasuk dengan Badan Pangan Nasional akan terus menjaga 12 komoditas yang ada.

“Perintah utama Presiden Jokowi dalam mengelola pangan adalah meningkatkan produksi dan membangun kolaborasi yang intensif baik dengan Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional maupun dengan para petani dan pemerintah daerah”, katanya.

Presiden, lanjut SYL, secara khusus meminta agar laporan dan update mengenai pangan selalu tersaji setiap saat. Alasan ini karena semua negara di dunia tengah mengalami hal yang sama, yaitu krisis pangan dan energi. Karena itu, Presiden Jokowi meminta semua jajaran terkaitnya untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Presiden mengecek pangan minimal dua ,pekan sekali. Bahkan Presiden mengecek langsung dalam pertemuan maupun telepon. Oleh karena itu memang ada 12 komoditi pangan yang harus kita jaga sehingga betul-betul ini menjadi konsentrasi semua menteri,” katanya.

Adapun 12 komoditi yang dimaksud adalah beras, minyak goreng, cabai, bawang, gula, daging, telur, ayam potong sampai dengan kedelai. Meski demikian, empat di antaranya masih berasal dari impor baik kedelai, daging, gula dan bawang putih.

Khusus beras nasional, Indonesia saat ini memiliki stok beras sebanyak 10,15 juta ton yang dihitung pada April 2022 lalu. Angka tersebut kemungkinan besar akan bertambah banyak seiring panen petani di sejumlah daerah yang terus berlangsung. 

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi pada 2022 akan mengalami peningkatan. Berdasarkan metode Kerangka Sample Area (KSA) yang digunakan oleh BPS, produksi padi tahun ini mencapai 55,67 juta ton gabah kering giling (GKG). Bila perkiraan BPS tersebut tepat maka akan ada peningkatan sebesar 1,25 juta ton GKG. Bila dikonversikan, maka produksi beras untuk untuk konsumsi pangan penduduk pada tahun ini diperkirakan sebanyak 32,07 juta ton.

Dengan demikian, BPS memperkirakan luas panen padi di sepanjang 3 bulan ke depan, yakni Oktober-Desember mampu mencapai 1,91 juta ha, meningkat 0,27 juta hektar atau naik 16,45 persen. Angka tersebut jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan realisasi luas panen periode tahun lalu yang hamya 1,64 juta hektar.(*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments