Penghapusan Listrik Daya 450 VA Bakal Bebani Masyarakat

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto (foto : dpr.go.id)

Rencana pemerintah untuk menghapus golongan pelanggan listrik berdaya 450 volt ampere (VA) dengan menaikkan daya menjadi 900 VA dianggap terburu – buru dan akan memberatkan masyarakat. Pemerintah diminta lebih cermat dan komprehensif mengatasi surplus listrik (over supply) PLN. Jangan sampai rakyat dikorbankan dengan menghapus daya pelanggan 450 VA.

Demikian yang dinyatakan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangannya seperti yang dikutip dari dpr.go.id.

“Jangan sampai kesalahan Pemerintah dalam perencanaan kebutuhan listrik ditimpakan kepada rakyat kecil. Ini tidak adil. Apalagi saat ini masyarakat sedang sulit  karena pandemi Covid-19 yang belum usai, kenaikan harga BBM, serta kenaikan harga bahan makanan. Apa pemerintah sudah tidak mampu lagi renegosiasi dengan pihak pembangkit listrik swasta (IPP) untuk mengerem tambahan pembangkit baru dalam upaya menekan surplus listrik ini?” katanya.

Begitu pula terkait program listrik dari sumber EB-ET (energi baru-dan energi terbarukan). Pemerintah jangan tergopoh-gopoh dan manut saja didikte oleh pihak internasional. Lalu ujung-ujungnya yang dikorbankan adalah rakyat dengan meningkatnya tarif listrik.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melanjutkan, jika pemerintah tetap menghapus pelanggan llistrik 450 VA ke 900 VA, maka subsidi yang diberikan tetap dipertahankan dan perubahan dari 450 VA ke 900 VA tidak dikenakan biaya apa pun.

 “Pemerintah konsultasi dahulu dengan Komisi VII DPR RI sebelum mengambil kebijakan terkait listrik, karena berdampak luas bagi masyarakat. Kalau caranya seperti ini, sudah melanggar pakem ketatanegaraan kita. Komisi VII DPR RI dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait meminta keterangan soal ini,” tegas Mulyanto.

Pemerintah berencana menghapus penggunaan listrik 450 VA dalam rangka menyerap listrik milik PLN yang saat ini over supply sebanyak 6 Giga Watt (GW). Tahun depan akan ada pembangkit listrik baru yang akan beroperasi dan mengakibatkan adanya tambahan over supply sebesar 1,4 GW menjadi 7,4 GW.

“Belum lagi, pemerintah sedang menggalakkan produksi listrik dari EBET yang akan masuk di tahun 2030. Bila ini terjadi, maka diperkirakan over supply listrik yang dihadapi oleh PLN akan semakin membengkak menjadi 41 GW,” tutup legislator dapil Banten III tersebut. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments