Sri Mulyani: Inflasi Indonesia Masih Terkendali

(foto : pixabay/Gerd Altmann

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa inflasi Indonesia masih terkendali, walaupun tekanan dari harga pangan dan energi cukup berat di berbagai negara, termasuk Indonesia sendiri.Hal ini diungkapkan Menkeu dalam Bloomberg Recovery and Resilience : Spotlight on ASEAN Business yang diselenggarakan secara hybrid.

“Jika dilihat dari komponennya, volatile food merupakan penyumbang inflasi utama. Seperti halnya yang berasal dari gandum dan minyak goreng yang sangat berkorelasi tinggi dengan situasi geopolitik.”, tutur Sri Mulyani.

Sementara itu, tekanan harga energi yang begitu kuat, menyebabkan Pemerintah terpaksa menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Solar dan Pertalite mengalami kenaikan harga rata-rata 30%. Menkeu mengatakan, kebijakan ini di satu sisi sedikit melepaskan tekanan pada anggaran subsidi, namun di sisi lain meningkatkan inflasi administered price.

“Bapak Presiden berkali-kali berdiskusi dengan seluruh Gubernur dan Walikota agar bisa melihat detail darimana tekanan harga ini berasal, terutama untuk harga makanan yang menurut saya bisa dicegah. Jadi kami mencoba untuk memastikan jika masalah datang dari sisi pasokan, kami akan mengatasi di sisi pasokan”, jelasnya, seperti yang dikutip dari kemenkeu.go.id.

Lanjut Sri Mulyani, jika Bank Indonesia sebagai otoritas sisi moneter juga menetapkan kebijakan yang mampu mengelola ekspektasi inflasi serta stabilitas rupiah di tengah dollar yang terus menguat Maka depresiasi Indonesia sekitar 4,5% terhitung ringan atau sedang jika dibandingkan dengan banyak negara lain. Hal ini karena kinerja neraca pembayaran Indonesia terhitung cukup baik. (*)

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments