Tarif Listrik Nonsubsidi Dipastikan Tidak Akan Naik

Ilustrasi (Foto: qimono / pixabay)

Tarif Tenaga Listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi dipastikan, tidak akan mengalami kenaikan per 1 Juli sampai dengan 30 September 2023. Hal ini ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu di Jakarta, Kamis (22/6), mengatakan bahwa sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2016 dan 2020 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), tarif listrik golongan pelanggan nonsubsidi dilakukan penyesuaian setiap tiga bulan.  Jika terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yaitu: kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Patokan Batubara (HPB).

“ Penetapan ini bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan daya saing industri. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan”’ jelas Jisman seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Dijelaskannya, realisasi indikator makro ekonomi yang digunakan untuk penyesuaian tarif periode Triwulan III 2023 adalah realisasi rata-rata bulan Februari, Maret, dan April 2023. Ia lantas mendetailkan rinciannya yakni kurs sebesar Rp15.097,81/USD, ICP sebesar 77,80 USD/barrel, tingkat inflasi sebesar 0,22%, dan HPB sebesar Rp920,41/kg (sesuai kebijakan DMO batubara 70USD/ton).

Mencermati indikator-indikator tersebut, secara perhitungan tarif tenaga listrik golongan pelanggan nonsubsidi semestinya mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tarif pada triwulan II 2023. Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri, Pemerintah memutuskan tarif triwulan III 2023 adalah tetap.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, dan termasuk yang peruntukan listriknya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang termasuk kedalam 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan dan tetap diberikan subsidi listrik.

Untuk mendorong efisiensi biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan tarif tenaga listrik, Kementerian ESDM mendorong agar PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments