UMKM di Bali Siap Bertransaksi dengan QRIS

ilustrasi (foto: geralt/pixabay)

Dalam rangka penyelenggaraan Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, para pelaku UMKM di pulau dewata tersebut didorong untuk digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Bank Indonesia telah menghadirkan QRIS untuk menyatukan berbagai macam QR dari penyedia pembayaran digital. Hingga September lalu, pengguna QRIS di Bali sudah mencapai 474.000. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah hingga 577.000 pengguna pada akhit tahun 2022.

Penggunaan QRIS membantu penjual dan pembeli dengan membuat transaksi menjadi lebih mudah dan cepat. QRIS adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Fungsi QRIS adalah untuk memudahkan proses transaksi dengan QR code agar lebih cepat, dan terjaga keamanannya. Semua PJSP yang akan menggunakan QR code, pembayarannya wajib menerapkan QRIS.

Nominal batasan transaksi QRIS adalah paling banyak Rp 10 juta per transaksi. Penerbit bisa menetapkan batas transaksi nominal kumulatif harian atau bulanan, dari transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS. Itu bisa ditetapkan berdasarkan manajemen risiko penerbit. (dari berbagai sumber)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments