Dalam Rangka Imlek 2475, ICE Enterprise Hadirkan Lagu Baru

ICE Enterprise (foto : gus)

ICE Enterprise (Icun Enterprise) kembali menghadirkan lagu Imlek karya anak bangsa pada moment Perayaan Tahun Baru Imlek 2023/2475 ini.

Bersama dengan Ge Jiang Feng Shen Bang, yang terdiri dari deretan penyanyi Mandarin Indonesia yang memiliki latar belakang profesi, suku dan agama yang berbeda-beda, mereka kembali hadir dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2023 dengan 2 buah lagu Imlek karya anak bangsa “Gong Gong Gong Gong“ dan “Xin Nian Zhu Fu.. Lai Lai Lai.”

Setelah sukses tahun lalu dengan “Fa Fa Da Cai You”, tahun 2023 ini ICE  (Icun Enterprise) hadir kembali bersama belasan penyanyi Mandarin Indonesia untuk mewarnai blantika musik Indonesia dan memeriahkan khasanah lagu Imlek Mandarin karya orisinil di Indonesia.

Lagu ini merupakan hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Tiongkok.

Kota Singkawang dipilih sebagai latar video clip lagu ini, dengan harapan dapat lebih memperkenalkan kota paling toleran se Indonesia dan membantu mempromosikan industri pariwisata kota ini.

Misi dari lagu-lagu ini agar di tahun yang baru ini semua akan bangkit menjadi lebih kuat dan lebih baik. 

Ketika dihubungi, Hasan Karman yang berperan sebagai Executive Producer mengatakan, “Proyek ini disponsori oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI), serta Kelompok Sembilan Naga.

Kami berterimakasih kepada para sponsor dan semua pihak yang terlihat. Tak kurang dari 100 orang yang terlibat, sebagian ada di belakang layar namun sangat  mendukung.”

Hasan Karman, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PSMTI dan Ketua Harian FOBI ini, meminta generasi muda untuk bersatu serta mengembangkan dan melestarikan adat budaya warisan milik bangsa Indonesia.

 Etnis Tionghoa merupakan salah satu komponen bangsa yang tak terpisahkan. Budayanya juga merupakan milik bersama bangsa, dan karena Hari Raya Imlek sudah dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional, maka adalah wajar jika dirayakan bersama oleh segenap anak bangsa.

Sementara itu sang produser/sutradara ICun Enterprise, Icun Lin mengatakan, “Dipilihnya Singkawang sebagai tempat shooting dikarenakan Kota Singkawang dijuluki “Kota Seribu Kelenteng”, sehingga tidak sulit mencari ornamen bernuansa budaya Tionghoa untuk kebutuhan proyek ini. Hasilnya sangat memuaskan.”

Pengambilan gambar dilakukan di Kelenteng Shui Kheu Pak Kung, Kelenteng Kuan Im  dan Workshop & Showroom Kerajinan Kayu BORNEO Wood, yang semuanya berlokasi di Kota Singkawang.

Pembuatan video dan lagu ini berlangsung 2 hari penuh itu melibatkan kurang lebih seratus personil, dan belasan artis Mandarin di antaranya Huang Jia Jia, Rani, dan Cao. (Gus)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments