Isyak Meirobie : Tiga Rekor Baru Membuat Belitong Makin Siap Naik Kelas

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie (paling kiri), Paulus Pangka (paling kanan) bersama pihak Rimba Alam Bahagia (foo: lusi)

Setelah sukses menjadi tuan rumah Development Ministerial Meeting – G20

pada 7 hingga 9 September 2022 , Belitong juga sukses menjadi tempat pelaksanaan sport tourim Kemala, yang merupakan ajang lomba sepeda 125 km dan 56 km pada 17 dan 18 September yang diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di nusantara danmancanegara.

Yang terbaru, Belitung menambah catatan sejarah dengan melahirkan tiga rekor nasional yang diumumkan oleh Leprid (Lembaga Prestasi Dan Rekor Indonesia Dunia ) dan diserahkan langsung Paulus Pangka selaku pendiri dan Ketua Umum Leprid di Belitung.

Adapun ketiga rekor tersebut, diterima Rimba Alama Bahagia di Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau. Untuk kategori kawasan terpadu pariwisata alam sehat dan kuliner vegetarian pertama di Indonesia.

Juga diterima Arkillaa Mangrove Lounge Desa Bantan Kecamatan Membalong dan Lim Dickson , untuk kategori floating lounge bakau dan laut yang pertama dan satu satunya di Indonesia dan pemrakarsa pertamanya.

Dan diterima Rumah Makan Belitong Timpo Duluk di Tanjungpandan Belitung, untuk kategori rumah makan tradisional khas Belitong yang pertama di Indonesia.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie (paling kiri), Paulus Pangka (keempat dari kiri) serta pihak Arkillaa Mangrove Lounge
(foto : lusi)

Dikatakan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie pada Selasa (20/9),  ketiga rekor ini mengukuhkan Belitong sebagai destinasi wisata yang terus berinovasi dengan berbasiskan originalitas, keaslian ,keasrian, keindahan, keramahan , keamanan , kenyamanan serta berbasiskan kearifan lokalnya.

Menurutnya, ketiga destinasi wisata ini telah menjadi contoh bagaimana membangun wisata yang ramah lingkungan berbasiskan kekayaan lokal dengan mengedepankan kekuatan Belitong sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie (Rumah Makan Belitong Timpo Duluk ) dan Paulus Pangka (kiri)
(foto : lusi)

 

Ketiga rekor ini pun membuktikan bahwa transformasi tambang ke wisata dan ekonomi kreatif berjalan sangat aktif dan inovatif di Belitung. Seperti Arkiilaa Mangrove Lounge yang merupakan terobosan luar biasa yang mampu menghadirkan wisata bakau dan menjadi icon untuk menjaga kelestarian bakau di Belitong sekaligus menjadi pertemuan antara wisata bakau dengan wisata laut. “Dengan pengukuhan rekor-rekor diatas, Belitong kini semakin siap naik kelas. Belitong next level , let’s go Belitong,” ujar Isyak Meirobie.  (lus)

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments