Sawahlunto, Dari Kota Tambang Menuju Kota Wisata

Salah satu ikon kota Sawahlunto (foto: hen)

Pada abad 19 lalu, kota Sawahlunto Sumatera Barat pernah menjadi kota tambang terkemuka di dunia.  Pada masa revolusi industri, Sawahlunto memgang peran penting karena batubara untuk industri dunia berasal dari kota ini.

Namun pada 1998, gelar sebagai kota tambang menjadi hilang, seiring dengan habisnya cadangan batubara di Sawahlunto dan hengkangnya PT. Bukit Asam ke Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Kepada klimaks.id Walikota Sawahlunto Deri Asta menjelaskan, setelah PT.Tambang Bukit Asam pidah dari Sawahlunto, kota ini mengalami penurunan jumlah  penduduk. Menghadapi situasi seperti ini, seluruh komponen masyarakat di Sawahlunto berkumpul dan berembug. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa Sawahlunto memiliki potensi yang luar biasa yaitu peninggalan tambang yang kemudian hari dijadikan visi dan misi sebagai Kota Wisata Tambang Berbudaya.

“Masyarakat Sawahlunto berubah pola, dari pekerja tambang beralih profesi ke bidang lain di bidang pariwisata dan memanfaatkan lahan pertanian. Kebetulan 70 persen wilayah di Sawahlunto ini adalah lahan pertanian”, jelasnya.

Program tersebut berjalanlancar hingga saat ini. Di bidang pertanian, pemerintah kota banyak memberikan bantuan kepada masyarakat yang beralih profesi dari pekerja tambang menjadi petani dan peternak. Diantaranya adalah pemberian bibit dan ternak. Sehingga ekonomi mulai bergerak lagi di kota ini.

“Di Sawahlunto tidak ada orang kaya, namun selama dua tahun berturut – turut, jumlah penduduk miskin di sini paling kecil diantara kabupaten kota di seluruh Indonesia. Yaitu pada tahun 2021 dan 2022. Mudah – mudah prestasi ini akan bisa dipertahankan ke depannya”, tambah Deri.

Pariwisata

Ketika ditanya tentang potensi pariwisata, Walikota menuturkan bahwa Sawahlunto memiliki dua legitimasi yaitu penetapan Warisan Budaya Dunia atau Ombilin Coal Mining Heritage of Sawalunto, yang ditetapkan oleh UNESCO.

Legitimasi yang kedua adalah Sawahlunto sudah ditetapkan sebagai Geo Park Nasional atau Taman Bumi Nasional, dimana keindahan alam dan bebatuan, cukup lengkap di daerah ini. Untuk tahun 2022 Pemerintah Kota Sawahlunto sudah menetapkan kawasan Geo Park Batu Runcing sebagai daerah tujuan wisata.

“Banyak kawasan – lain yang potensial seperti Hutan Batu dan sejumlah gua yang kedepannya akan dibangun sebagai destinasi wisata baru”, tambah Deri Asta. (DianaS)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments