Azel, Solois Muda Asal Tangerang Luncurkan Mini Album Veermata

(Foto : Istimewa)

Penyanyi dan pencipta lagu muda berbakat asal Tangerang, Azel, merilis album mini perdananya bertajuk Veermata.

Album ini  berisikan empat buah lagu berbahasa Indonesia dengan musik pop-rock yang mengingatkan akan gaya klasik The Beatles, pop Indonesia ala Dewa hingga Fariz RM, dan juga nuansa grup kesayangan kancah musik independen, Sore.

Sederet lagu apik menghiasi album ini, divantaranya “Nyawaku”, “Jelita”, “Putri Ayu”, dan yang musiknya paling dinamis, “Taman Akhir”.

“Seluruh unsur yang saya ingin tumpahkan di album terwakili di‘Taman Akhir’. Ada unsur pop disko Indonesia yang diinspirasi Fariz RM di situ,” tutur Azel.

Semua lagu di album diciptakan dan diproduksi oleh Azel sendiri. Dengan kontribusi beberapa teman sejawatnya seperti Fiko Nainggolan yang turut mencipta lagu “Putri Ayu”, Alfa Shidqi dari The Regards, grup ska asal Tangerang, Sam Eleaz, Fajar MTH, dan Muhammad Febriyanto, penabuh drums grup metal Holykillers.

“Isinya teman-teman. Ada yang merekam di rumah, kamar kost, kirim-kiriman data, ada juga yang di studio seperti untuk drums. Untuk artwork juga teman-teman, ada fotografi dari TB Elvan dan Melvin Marshall Harissa, dan juga logo yang dibikin Ahmad Fauzan,” jelas pria yang bernama lengkap Azel Dinangga itu.  

Proses kreasi Azel untuk rilisan ini sudah dimulai sejak dua tahun lalu, melewati sunyinya masa pandemi hingga sedikit banyak memberi pengaruh pada sikap kontemplatif yang terasa pada lagu-lagunya.

“Lagu ’Putri Ayu’, yang berkisah tentang rasa kehilangan setelah kematian, menjadi awal terciptanya tiga lagu lain. Keempat lagu menjadi sebuah jalinan kepastian hidup manusia, dari mulai kelahiran hingga ketiadaan,” cerita Azel.

Judul album mini yang diinspirasi oleh istilah tanda berhenti atau istirahat dalam musik, yaitu fermata, juga terasa memperkuat narasi transisi jaman.

Bahkan pada saat pandemi sempat membuat semuanya berhenti sejenak.

“Setiap pertemuan ada awal dan akhir, ada berhentinya. Saat kamu tidak sanggup menghadapi, kamu berhenti dulu. Nanti bisa lanjut lagi kok. Karena tanda fermata itu bukan berhenti selamanya,” jelas Azel.

Walaupun kisah yang diangkat terkesan agak berat, secara umum paket yang ditawarkan oleh Azel di Veermata relatif bersahabat bagi telinga publik pencinta musik yang lebih luas.

“Album mini ini berangkat dari materi yang menurut saya mudah dicerna. Saya mencoba muncul dengan kesederhanaan, harapannya agar orang-orang bisa menerimanya dengan mudah. Rencananya setelah ini, di rilisan album penuh nanti, saya akan mengeluarkan materi yang lebih pribadi, lebih penuh petualangan,” tambahnya lagi.

Mini album Veermata dari Azel tersedia di seluruh platform musik digital mulai 21 Juli 2023, di antaranya Spotify, Apple Music, Joox, Resso, YouTube Music dan Deezer. (Gus)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments