Dua Pelabuhan di Banten Disiapkan Menghadapi Arus Mudik Lebaran

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, meninjau Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan, Banten, Senin (10/4). (foto: kemenhub)

Dua pelabuhan di provinsi Banten, yaitu pelabuhan Merak dan pelabuhan Ciwandan telah siap melayani arus mudik dan arus mudik lebaran tahun ini. Pelabuhan Ciwandan akan difokuskan melayani pemudik menuju pelabuhan Panjang yang menggunakan sepeda motor selain juga untuk angkutan barang. Sementara pelabuhan Merak akan konsentrasi pada layanan pemudik dengan menggunakan roda empat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, meninjau kesiapan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan, Banten, Senin (10/4).

“Pemerintah telah memutuskan penambahan pelabuhan. Yang semula hanya Merak-Bakauheni, sekarang ini sudah ditambah Ciwandan. Dan di sumatera juga akan ada penambahan pelabuhan yakni Pelabuhan Panjang. Jadi dari Ciwandan bisa ke Bakauheni atau ke Panjang. Dan itu sudah diatur dengan baik oleh ASDP, kepolisian, TNI,” kata Menko Muhadjir seperti yang dikutip dari situs resmi kemenhub.

Menko menambahkan, jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan berjumlah 23 juta orang dan pelabuhan Merak – Bakauheni menjadi salah satu titik krusial yang menjadi perhatian utama. Harapannya, kepadatan penumpang dan kendaraan di masa arus mudik dan balik masih terkendali.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, kejadian pada mudik lebaran tahun lalu menjadi pelajaran berharga dan menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk betul-betul mempersiapkan arus mudik dan balik lebaran lebih baik lagi pada tahun ini.

 “Esensi mudik kali ini lebih waspada terhadap volume yang bertambah pesat. Saya berulang kali menyampaikan kepada rekan-rekan ASDP agar kapasitas dihitung antara jumlah kendaraan yang akan melintas dengan kapasitas daya tampung pelabuhan. Dengan adanya tambahan pelabuhan, kita harapkan VC Ratio bisa di angka 0,6 yang artinya lancar dan kepadatan kendaraan masih bisa dikendalikan,” ujar Menhub.

Untuk mengatasi lonjakan pemudik, telah disiapkan  armada kapal sebanyak 65 unit kapal di Merak-Bakauheni, 12 unit kapal roro di Ciwandan dan 3 unit kapal pelni untuk Ciwandan-Panjang serta menambah kapasitas parkir kendaraan di area pelabuhan dengan merelokasi kantor ASDP Merak.

Untuk mencegah kepadatan di pelabuhan Merak juga telah disiapkan buffer zone di KM 68, Km 89 dan Km 97 di tol arah Merak. Selain untuk mengendalikan arus lalin (delaying system), tempat ini juga akan digunakan untuk memastikan penumpang sudah memiliki tiket yang dibeli secara online dan memastikan ketepatan data manifest.

Budi Sumadi juga menyerukan  kepada masyarakat untuk membeli tiket jauh-jauh hari secara online minimal H-1, karena pada tahun ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket langsung di pelabuhan. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments