Gudeg Kendhil Jadi Mas Kawin Nikah Bareng di Jalan Malioboro

Prosesi akad nikah pada acara Nikah Bareng di Malioboro (foto: jogjakota.go.id )

Ada yang unik pada acara nikah bareng yang diselenggarakan di jalan Malioboro Yogyakarta akhir pekan lalu, yaitu  Gudeg Kendhil menjadi salah satu maharnya. Gudeg Kendhil adalah satu dari sejumlah ikon dari Yogyakarta.

Belasan pasangan calon pengantin mengikuti Nikah Bareng Malioboro yang diadakan oleh Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) DIY, saat itu  di Teras Malioboro 2 Yogyakarta. Kegiatan ini bertajuk Holopis Kuntul Baris yang diharapkan 15 pasangan pengantin itu dapat membumikan Pancasila. 

Ketua Fortais RM Ryan Budi Nuryanto menjelaskan, animo peserta yang mendaftar nikah bareng ini sangat luar bisa sehingga panitia tidak bisa mengakomodir semua peminat kegiatan ini. Untuk 15 pasang calon pengantin yang mengikut acara inii, mereka diberikan fasilitas gratis seperti busana, rias pengantin, dokumentasi, pelaminan, mahar dan sebagainya.

“Kami berharap dengan kegiatan ini juga dapat terus membentuk keluarga dan generasi yang Pancasialis melalui pernikahan, karena sekarang ini eksistensi Pancasila di masyarakat umum sudah mengalami penurunan. i Panitia benar-benar terkejut sekaligus bersyukur dengan animo yang luar biasa dari ratusan calon pasangan pengantin yang mendaftar”, jelasnya seperti yang dikutip dari warta.jogjakota.go.id .

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menjadi saksi Nikah Bareng ini. Ia mengatakan walaupun dilanda hujan seperti yang dialami sore hari itu, semua pasangan merasakan suatu perjuangan yang menghantarkan mereka sampai ke pernikahan. 

” Semoga semua pengantin menjadi Sakinah Mawaddah Warahmah, ini merupakan sebuah proses perjuangan. Selamat kepada para mempelai dan penggagas nikah bareng ini semoga selalu lancar dan mendapat berkah,” jelasnya.

Sebelum dilakukannya akad nikah, para pasangan diajak untuk kirab pengantin. Walapun dilanda hujan tak menghentikan semangat dan kegembiraan para pengantin untuk tetap mengikuti Kirab. Mereka berjalan dari sisi Timur Teras 2 Malioboro menyusuri lorong-lorong kios Teras 2 menuju Jalan Pendestrian. 

Mahar yang diberikan juga tak kalah unik yaitu cincin kawin dua gram, seperangkat alat sholat dan juga Gudeg Kendil, dimana gudeg sebagai ikon kuliner khas Jogja yang mendunia. Acara digelar didi Malioboro untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa kawasan ini kini telah tertata dan nyaman.

Puluhan pasangan yang belum bisa mengikuti acara pada tanggal 30 September ini akan menikah di Kota Yogyakarta pada bulan ini sesuai dengan tempat yang mereka inginkan.(*) 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments