Kekurangan Tenaga Guru, Anggota Satgas TNI Bantu Jadi Pengajar di SD Perbatasan

Seorang anggota Satgas Yonarmed 19/105 Trk Bogani tengah mengajar di SDN 08 Muakan, Sintang (foto: dispenad)

Keterbatasan tenaga guru di wilayah perbatasan RI-Malaysia telah menggugah personel Satgas Batalyon Artileri Medan (Yonarmed 19/105) Tarik Bogani untuk turun tangan membatu dengan menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Muakan, Desa Muakan Petinggi, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Selasa (11/10).

Komandan Satgas Pamtas Ri-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani, Letkol (Arm) Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han. dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, masih banyaknya sekolah-sekolah di wilayah perbatasan yang kekurangan tenaga guru menjadi perhatian khusus bagi pihaknya untuk peduli dalam membantu pihak sekolah mengisi kekurangan tegang pendidik.

Mengutip dari/tniad.mil.id, Dansatgas mengungkapkan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI di wilayah perbatasan, pihaknya membantu sekolah-sekolah dengan menjadi tenaga pendidik dengan mengajarkan pelajaran umum. Seperti yang dilakukan oleh Pratu Sahrul dan Pratu Taufiq personel Pos Muakan yang membantu SDN 08 Mukan dengan mengajar mulai dari siswa kelas 1 hingga siswa kelas 6.

“Program ini merupakan kepedulian kami dalam memberdayakan masyarakat di wilayah perbatasan, karena pendidikan merupakan salah satu hal yang utama dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Sehingga terciptanya masyarakat perbatasan yang juga memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan, ” jelasnya.

Normi, Kepala Sekolah SDN 08 Muakan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan juga partisipasi personel Satgas dalam membantu mencerdaskan anak-anak di wilayah perbatasan dengan menjadi tenaga pendidik di sekolahnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan juga berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu kami dalam mendidik anak-anak di wilayah perbatasan. Anak-anak sangat gembira dan termotivasi dalam proses belajar karena dapat diajarkan langsung dari bapak-bapak TNI, ” ucap Normi. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments