Kualitas Paving Block Tenaga Padat Karya Surabaya Lampaui Target

Pekerja dari program Padat Karya Pemko Surabaya tengah membuat Paving Block (foto: surabaya.go.id)

Kualitas paving block yyang dihasilkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kelompok padat karya di Kota Surabaya telah melaampui target yang ditetapkan. Kualitas produksi paving block yang dihasilkan rata-rata di atas K300.

Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya telah memberikan pelatihan padat karya pembuatan paving block kepada MBR. Program padat karya ini digelar atas instruksi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, untuk mutu paving sebenarnya yang kita target adalah minimal K175, tapi dalam faktanya yang dihasilkan teman-teman MBR itu lebih tinggi dari yang ditetapkan. Pemkot sudah melakukan uji di ITS dan sudah keluar hasilnya, rata-rata di atas K300.

“Secara campuran dan komposisi, memang untuk mutu paving yang akan dihasilkan adalah minimal K175. Tapi faktanya, produk paving yang dihasilkan MBR justru melebihi ekspektasi dengan rata-rata di atas K300. Pada waktu kita memberikan edukasi, secara campuran sudah sesuai dengan tepat. Jadi memang di luar perkiraan kita juga hasilnya,” Ujar Adi, seperti yang dikutip dari surabaya.go.id.

Walau pun begitu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas, karena yang diproduksi nantinya tidak akan sedikit jumlahnya. Kerap terjadi, karena volume produksi banyak, aspek kualitas terabaikan.

Kualitas paving block K300 tersebut, lanjut Adi, adalah standar digunakan untuk jalan yang biasa dilintasi oleh kendaraan mobil, pickup, truk kecil dan motor. Sementara kualitas paving K175 ini, diperuntukkan bagi jalan yang biasa dilintasi pejalan kaki serta kendaraan roda dua. Artinya, paving kualitas K175 dengan ukuran 10x20x6 sentimeter tersebut, digunakan untuk pembangunan jalan yang memiliki lebar kurang dari 2 meter.

Melihat kualitas paving block yang dihasilkan MBR, pihaknya mengaku optimistis, produk mereka ke depan pemasarannya dapat lebih luas. Artinya, paving yang dihasilkan kelompok usaha padat karya ini ke depan diharapkan tak hanya dipasarkan di lingkungan Pemkot Surabaya, namun bisa di pasarkan ke pihak swasta.

Salah satu MBR yang tergabung dalam kelompok usaha padat karya pembuatan paving tersebut, Syaiful Anam (38 . Warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari Surabaya tersebut mengaku, taraf hidupnya kini lebih meningkat. “Sebelumnya saya ojek online. Lalu buka warung kopi, tapi kena pandemi Covid-19 akhirnya sepi. Dan sekarang ikut padat karya pembuatan paving,” kata Anam.

Selama dua bulan, Anam bersama peserta pelatihan lainnya digembleng. Mulai dari tahapan komposisi bahan, cara kerja mesin press, hingga bagaimana agar mendapatkan kualitas paving yang baik.

Setelah dua bulan pelatihan, Anam lalu membentuk kelompok usaha pembuatan paving block bersama lima rekan lainnya. Mulai dari perizinan usaha, alat press hingga modal untuk pembelian bahan, semuanya difasilitasi oleh pemkot. Bahkan, ia bersama rekan-rekannya juga difasilitasi pemkot untuk BPJS Ketenagakerjaan. “Alhamdulillah, setelah mengikuti padat karya pemkot, taraf hidup saya sekarang meningkat. Dulu istri saya kerja, sekarang di rumah jaga anak,” kata dia.(*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments