Lansia Tunggal dan Penyandang Disabllitas Tunggal Bisa Makan Gratis Dua Kali Sehari

Ilustrasi lansia dan disabilitas. (foto : truthseeker08/pixabay)

Mereka yang termasuk dalam kategori lanjut usia (lansia) tunggal penyandang disabilitas tunggal serta memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial berhak menerima bantuan berupa makanan gratis dua kali sehari. Program bantuan makanan ini dinamakan bantuan permakanan.

Demikian yang disampaikan oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Pepen Nazaruddin dalam acara Forum Salemba 28 (Forsa) di Jakarta, Jumat kemarin.

Bantuan permakanan adalah sebuah kegiatan untuk memberikan makanan terdiri dari nasi/sejenisnya (menyesuaikan daerah masing-masing), lauk pauk, sayur, buah potong, dan air mineral yang diberikan sebanyak dua kali dalam sehari dalam satu kali pengantaran.

“Tujuan program ini untuk penghormatan, perlindungan dan jaminan sosial dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa pangan dan nutrisi agar memperoleh kehidupan layak dengan indeks Rp30 ribu per orang perhari untuk 2 kali makan. sehingga penerima bantuan atau disebut Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mendapatkan nasi atau makanan sejenis, sayur, lauk (hewani/nabati), buah, mineral dan air mineral yang dikemas higienis, serta diantar langsung ke rumah yang bersangkutan,” ujar Pepen Nazaruddin seperti yang dikutip dari laman resmi Kemensos.

Ada masing – masing enam kriteria untuk lansia dan penyandang disabilitas yang berhak menerima bantuan permakanan ini.

Untuk penyandang disabilitas, yaitu miskin atau tidak mampu, penyandang disabilitas, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bukan berstatus sebagai pensiunan istri/suami PNS dan atau purnawirawan TNI/Polri, memiliki NIK dan Nomor Kartu Keluarga yang telah dipadankan dengan data Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, diusulkan camat atau kepala distrik atau nama lain sebagai penyandang disabilitas penerima bantuan sosial permakanan.

Sedang untuk Lansia adalah, Penerima Manfaat Program Permakanan, yaitu: miskin atau tidak mampu, berusia 75 tahun atau lebih, terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS), bukan berstatus sebagai pensiunan istri/suami PNS dan atau purnawirawan TNI/Polri, memiliki NIK dan Nomor Kartu Keluarga, diusulkan camat atau kepala distrik atau nama lain sebagai penerima manfaat permakanan.

Program yang digulirkan sejak Oktober tahun lalu ini, diakui oleh Pepen belum terealisasi 100 persen. Di awal program permakanan digulirkan ada beberapa kabupaten menolak, sebab memahami biaya makanan dari sosialisasi yang kami lakukan belum sepenuhnya dipahami dengan baik. Misalnya, biaya permakanan Rp 21 ribu tapi ongkos pengantaran bisa mencapai Rp500 ribu.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Pepen Nazaruddin (foto : Kemensos)

 

“Lalu, kami menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas) seperti ibu-ibu majelis taklim dan potensi akar rumput mendampingi dan berpartisipasi. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Para Kepala Dinas Sosial ingin program itu ada di daerahnya, tentu saja kami dengan anggaran terbatas memilih daerah mana yang benar-benar membutuhkan, ” katanya.

Saat ini sudah 247.147 orang lansia penerima manfaat yang tersebar di 30 provinsi, 240 kab/kota, dengan dibantu 2.254 Pokmas dan didampingi 2.494 Pendamping Linjamsos Serta 36.414 penyandang disabilitas di 25 provinsi, 194 kab/kota, dan dibantu 1.459 Pokmas. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments