Lezatnya Nasi Padang Wong Kebumen

Sajian masakan Padang (foto: hbl)

Di seluruh penjuru nusantara ini, rasa-rasanya kita tidak akan mengalami kesulitan untuk menemui rumah makan Padang.  Mulai dari perkotaan hingga wilayah pelosok. Pada kurun waktu dasawarsa 60an hingga 80an. Rumah makan Padang di luar Sumatera Barat ini memang lebih dari 90 persen dikelola oleh orang Minangkabau yang merantau.  Namun mulai dari dasawarsa 90an, fenomena ini mulai bergeser.

Mulai banyak bermunculan rumah makan Padang baru yang dikelola oleh mereka yang bukan berasal dari Minangkabau.  Mereka yang membuka rumah makan Padang itu kebanyakan adalah “alumni” atau mantan pekerja di rumah makan Padang yang dikelola oleh orang Minang. Mayoritas dari mereka berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.

Menurut  informasi yang dihimpun oleh klimaks.id dari sejumlah warga Minang , terutama yang berkecimpung di bisnis rumah makan Padang, mereka yang berasal dari Kebumen memang memiliki etos kerja yang tinggi. Sehingga banyak direkrut oleh warga Minang yang membuka bisnis rumah makan Padang.

Selain itu mereka yang berasal dari Kebumen juga tidak keberatan dibayar dengan gaji bulanan. Berbeda dengan warga Minang yang bekerja di rumah makan Padang. Mereka biasanya meminta dengan sistem mato atau poin yang pada prinsipnya sama dengan bagi hasil.

Kini sudah banyak warga Kebumen yang sukses berbisnis rumah makan Padang, salah satu diantaranya adalah ibu Mia yang membuka rumah makan Padang di kawasan Lebak Bulus. Setiap siang di hari kerja, rumah makannya dipenuhi oleh konsumennya, hingga terkadang agak  sulit untuk mendapatkan parker di sana saat jam makan siang.

“Rumah makan Budi Jaya ini berdiri sejak tahun 1993 lalu. Saya sendiri belajar membuat masakan Padang ketika saya bekerja di salah satu rumah makan Padang di kawasan Rivoli Senen, Jakarta Pusat”, tuturnya.

Saat ini rumah makan Padang Budi Jaya memiliki 15 orang karyawan yang seluruhnya adalah orang Kebumen. Setiap harinya rata rata 100 potong ayam terjual, 20 kg daging sapi untuk berbagai macam menu, aneka ikan lima kilogram sedang telur 20 kg.

Ibu Mia menjelaskan, memang banyak orang Kebumen yang bekerja di rumah makan Padang dan setelah memiliki cukup modal, mereka membuka rumah makan Padang sendiri. (hbl)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments