Lomba Baca Kitab Kuning di Gedung DPR RI

Kitab kuning. (foto : nu online)

Dalam rangka Hari Santri Nasional, Fraksi PKS DPR RI kembali menggelar Final Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Nasional Edisi VI Tahun 2022 yang diselenggarakan di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta. Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menjelaskan Lomba Baca Kitab Kuning ini bukanlah program politik jangka pendek akan tetapi berangkat dari keikhlasan untuk memuliakan ulama, santri dan pesantren.

Hal tersebut, tambahnya, sebagai wujud konsistensi keberpihakan dan penghormatan kepada ulama dan santri ahlussunnah wal jamaah yang sangat besar kontribusinya dalam menjaga NKRI sejak zaman kemerdekaan.

“Melalui Lomba Baca Kitab Kuning yang diikuti hampir 3000 santri dari 24 provinsi ini, kita ingin mengokohkan mata rantai sejarah dan nasionalisme bahwa santri dan ulama punya peran besar dalam kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Karena itu, warisan dari mereka ini harus kita jaga. Kita ingin juga membangkitkan semangat putra-putri Indonesia belajar ilmu, bahwa Bahasa Arab bukan hanya saja bahasa kitab atau bahasa Alquran dan bahasa hadits tapi juga menjadi sarana komunikasi di dunia ini. Terlebih, jika kita lihat di kitab-kitab yang ada di Pesantren itu juga bicara mulai dari ibadah ritual, sosial, jual beli, membangun rumah tangga dan seterusnya,” tambahnya.

Jazuli menuturkan tentang inisiatif awal Lomba Baca Kitab Kuning di Parlemen ini berasal dari risalah yang disampaikan secara khusus kepada Kyai Haji Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Atas motivasi tersebut, Fraksi PKS semakin kokoh memperjuangkan Pesantren di DPR salah satunya dengan lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan mendesak adanya porsi APBN dan APBD untuk Pesantren.

. “Kita ingin Pesantren memiliki peran besar dalam membangun bangsa, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa santri harus mengambil peran besar dalam menjaga NKRI ini karena santri punya sejarah yang cukup panjang sampai lahirnya NKRI ini,” tukas Jazuli, seperti yang dikutip dari laman dpr.go.id.

Tercatat pemenang Lomba Juara I Faisal Khumaidi perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah (Ponpes Attauhidiyah) berhak hadiah umrah Rp35.000.000. Lalu Juara II, Fahmi Rahman perwakilan dari Provinsi Kalimantan Selatan (Ponpes Darussalam Martapura) berhak hadiah Rp30.000.000. Juara III Ahmad Syakir perwakilan dari Provinsi Sumatera Selatan (Ponpes Rubbath Al Muhibbien Palembang), berhak hadiah Rp25.000.000 serta Juara Harapan I, II dan III lainnya.

Kitab yang dilombakan antara lain adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari. Beberapa Dewan Juri lomba antara lain, Syuhada Syarkun, Muslih Abdul Karim, dan Ali Akhmadi.(*)

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments