Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Santri Al Zaytun

Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Kemenko PMK)

Para santri, orang tua atau wali santri pesantren Al Zaytun dihimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu merasa gelisah terhadap masa depan pendidikan putra-putrinya, karena pemerintah  akan tetap menjamin keberlangsungan pesantren agar hak atas pendidikan kepada para santri tetap didapat.

Demikian yang ditegakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi seusai mendengar paparan dan penjelasan mengenai temuan dari kementerian/lembaga serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah melakukan investigasi dalam Rapat Koordinasi Tindaklanjut Penanganan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Jumat (30/6).

“Harus dipastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Zaytun dapat berlangsung dan berlanjut, tidak akan terganggu atau paling tidak, tidak terlalu terganggu oleh adanya masalah tersebut. Santri yang menempuh pendidikan di sana harus tetap mendapatkan haknya.”, ujar Muhadjir, seperti yang dikutip dari laman resmi kemenko PMK.

Ia juga meminta, seluruh jajaran dan pihak yang terkait harus memastikan langkah penanganan yang tepat terhadap Pesantren Al-Zaytun. Mengingat disana terdapat 4.985 santri dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah yang tengah menempuh pendidikan di tempat itu.

“Tenang saja, jangan ikut merasa gelisah. Jadi ibarat kita akan menarik rambut di dalam tepung, jangan sampai tepungnya berhamburan. Itu prinsip yang akan kita lakukan. Keberlanjutan pesantren tetap akan kita jaga,” tambahnya.

Muhadjir juga meminta para orang tua wali atau para santri jika dimintai keterangan oleh pihak berwajib, untuk dapat menjelaskan secara gamblang dan tidak ditutup-tutupi. Upaya ini akan turut mendukung dan mempermudah proses penegakan hukum. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments