Sawahlunto Buktikan Lahan Pasca Tambang Bisa Dirubah Menjadi Kawasan Asri

danau yang ada di Taman Satwa Kandi, Sawahlunto (foto: hen)

Area atau lahan pasca tambang yang selama ini terkesan sebagai area yang kotor, panas dan tidak enak dipandang mata ternyata tidak sepenuhnya benar. Jika memiliki kemauan yang kuat, lahan pasca tambang bisa “disulap” menjadi kawasan yang asri. Hal ini dibuktikan oleh kota Sawahlunto di provinsi Sumatera Barat.

Beberapa waktu lalu Walikota Sawahlunto Deri Asta bersama istri mengajak klimaks.id untuk berkunjung ke taman satwa di kawasan Kandi. Pada kesempatan tersebut Deri Asta menjelaskan bahwa Kandi sebelumnya merupakan tempat penimbunan lahan pasca tambang.

“Pemerintah kota Sawahlunto telah mengkonsep kawasan ini menjadi pusat pemerintahan dan pariwisata. Diantaranya yang sudah dibangun di sini adalah taman satwa Kandi, lapangan pacu kuda, Meer Von Kandi, sirkuit road race dan camping ground”, tuturnya.

Lebih lanjut Deri Asta menjelaskan bahwa di taman satwa Kandi ini mayoritas satwanya berasal dari pulau Sumatera. Untuk hewan buasnya ada harimau Sumatera yang memiliki sejarah dimana harimau penghuni taman satwa Kandi sekarang adalah ‘cucu” dari harimau yang pernah ditangkap di daerah Taratak Bancah.

“Selain itu ada juga gajah dan buaya dimana di taman satwa ini juga terdapat penangkaran buaya. Serta hewan – hewan lain yang terancam kepunahan. Jadi Taman Satwa Kandi ini selain menjadi tempat wisata juga sekaligus menjadi wahana edukasi bagi masyarakat”, lanjutnya.

Di Taman Satwa juga terdapat wahana air yang ada di danau buatan. Menurut Deri, danau buatan di sini bukat sengaja dibuat namun karena di area ini tempat timbunan lahan pasca tambang, maka terjadi cekungan yang menjadi tempat penumpukan air dan dinamakan Danau Tandikek.

“Kota tambang setelah tidak beroperasi biasanya menjadi kota mati atau kota hantu. Untuk menghidupkan kembali kota tersebut, perlu keseriusan dari pengelola tambang dan pemerintah setempat. Memang dibutuhkan ekstra semangat dan tenaga untuk menuju ke arah itu. Kebetulan pengelolaan kawasan pasca tambang di sini sudah masuk dalam rencana tata ruang kota sebagai tempat wisata”, jelasnya.

Saat ini Pemerintah Kota Sawahlunto bersiap untuk membangun Taman Kehati atau taman keanekaragaman hayati. Disana menjadi contoh hutan dengan beranekaragam flora dan fauna. Tempat ini akan menjadi tempat wisata, edukasi dan wahana pelestarian.

“Tahun ini Insya Allah pembangunannya sudah dimulai. Kita menggandeng sejumlah NGO dari luar negeri dan didukung pula oleh perusahaan – perusahaan yang peduli terhadap lingkungan”, tambah Deri. (hen)

 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments