SDN Di Yogyakarta Terapkan Zero Sampah Plastik

SDN Kyai Mojo di Kota Yogyakarta (foto :jogjakota.go.id)

Salah satu Sekolah Dasar Negeri di kota Yogyakarta, yaitu SDN Kyai Mojo menerapkan aturan zero sampah plastik. Hal ini berkaitan dengan gerakan zero sampah anorganik yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta belum lama ini.

Seperti yang dikutip dari  jogjakota.go.id, SDN ini mewajibkan seluruh siswa dan guru untuk membawa bekal makan dan minum menggunakan wadah/tumbler. Selain itu, lanjutnya, dikantin sekolah ini juga tidak menjual minuman dan makanan kemasan yang menggunakan plastik.

Tak sampai disitu, ditiap sudut sekolah terdapat tempat sampah yang telah dipisah dan dipilah berdasarkan jenisnya ini, yakni tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik. Para siswa juga diajarkan cara menyulap sampah anorganik menjadi barang yang bisa digunakan kembali, seperti menjadi ecobrick dan menjadi vas bunga.

Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya yang berkesempatan meninjau SDN tersebut memberikan apresiasinya. Menurut Aman, apa yang dilakukan oleh SDN Mojo merupakan upaya meminimalisir sampah, khususnya di kota Yogyakarta.

Pihak sekolah, lanjut Sekda juga rutin memberikan edukasi kepada para siswanya terkait pemilahan sampah.”Tiap usai apel pagi para guru melakukan edukasi kepada para siswanya agar terus menjaga lingkungan, baik itu di sekolah maupun di tempat tinggal mereka”, tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala SDN Kyai Mojo, Fransisca Mujirah mengaku jika sekolah yang dipimpinnya ini sangat mendukung gerakan zero sampah anorganik yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurutnya, sampah adalah masalah global, sehingga harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, upaya mengurangi produksi sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, dalam hal ini sekolah. “Langkah ini sebagai wujud nyata peduli terhadap lingkungan, dan nasib Kota Yogyakarta di masa yang akan datang,” katanya.

Pihaknya berkeyakinan, gerakan zero sampah anorganik yang diterapkan di lingkungan sekolahnya bisa menjadi bagian dari gaya hidup.“Life style tentunya bisa terbangun dari sebuah atmosfir lingkungan yang berkesinambungan, dan yang mendukung semua itu,” pungkasnya. (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments