Tarif Parkir Tinggi, Resahkan Wisatawan di Semarang

Simpang Lima, salah satu tujuan favorit wisatawan di kota Semarang (foto: semarangkota.go.id)

Wisatawan yang datang ke kota Semarang, mengeluhkan mahalnyaa tarif parkir di kota tersebut. Tarif parker yang mahal terutama ditemui di tempat wisata yang kini sedang hits di ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Padahal tarif parkir di Kota Semarang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Semarang Nomor 37 Tahun 2021.

Seorang warga Semarang yang mengunjungi salah satu tempat wisata Kota Lama di Semarang mengeluhkan tarif parkir sebesar lima ribu rupiah untuk sepeda motor yang dikendarainya. Tak hanya sekali, bahkan saat ia berkunjung ke Simpang Lima Semarang menggunakan mobil ia diminta membayar Rp 10 ribu.

Padahal berdasarkan Peraturan Walikota Semarang no 37, tarif retribusi tempat khusus parkir untuk sepeda motor Rp 2 ribu. Sementara tarif parkir untuk roda empat Rp 3 ribu dan kendaraan beroda enam atau lebih Rp 15 ribu.

Menurutnya juru parkir yang ia temui di kawasan Kota Lama Semarang dan Simpang Lima tak mengenakan seragam parkir. “Saya kasi Rp 5 ribu katanya kurang, ya bagaimana lagi mau tak mau kasih Rp 10 ribu. Karcis parkirnya pun tidak saya terima,” jelasnya

Kabid Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Semarang, Antonius Haryanto menyatakan, pihaknya kerap melakukan sidak di lokasi – lokasi tersebut untuk menindak juru parkir nakal.

“Saat kami melakukan patrol, mereka tertib. Akan tetapi setelah ditinggal praktik nakal tersebut kembali dilakukan, apalagi ketika pengunjung memadati tempat wisata di Kota Semarang di akhir pekan, mereka kucing-kucing dengan kami,” tuturnya. 

Ia mengatakan, langkah persuasif masih diutamakan dalam penindakan terhadap juru parkir nakal di Kota Semarang. Namun jika praktik nakal tersebut terus menerus dilakukan, Antonius mengatakan, sanksi tegas akan diberlakukan.

Keluhan masyarakat ini mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Gumilang Febriansyah meminta agar Dishub Kota Semarang menambahkan titik parkir elektronik di obyek wisata yang ada. Selain menekan praktik nakal juru parkir, adanya parkir elektronik juga untuk menghindari kebocoran PAD. (semarangkota.go.id)

 

 

 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments