Golkar & Demokrat Sepakat Pemilu Bukanlah “the winner takes it all”

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto disambut oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cikeas. (foto : partai demokrat)

Partai Golkar dan Demokrat sepakat bahwa pemilihan umum bukanlah the winner takes it all, karen hal tersebut merupakan demokrasi kebarat – baratan seperti pemilu di Amerika Serikat. Sedang dalam demokrasi yang dianut di Indonesia, siapa pun pemenangnya akan bersama komponen lainnya dalam membangun negeri.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai bersilaturahmi kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cikeas, Sabtu lalu.

“Golkar dan Demokrat bersepakat tidak akan menjadikan Pemilu 2024 nanti ebagai ajang kontestasi politik yang hanya mementingkan kemenangan seperti di Amerika Serikat”, jelasnya.

Sementara AHY menjelaskan bahwa pertemuan kedua partai malam ini menyoroti demokrasi di Indonesia yang akhir-akhir ini mengalami kemunduran, seperti halnya wacana pemberlakuan sistem proporsional tertutup dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif 2024.

Hal lain yang dibahas juga dalam pertemuan itu adalah situasi terkini dalam dua minggu terakhir. Sehingga dalam pertemuan Demokrat dan Golkar juga membahas kemungkinan yang bisa dihadapi ke depan.

“Konstelasi politik terkini satu-dua minggu terakhir ini luar biasa. Walau masih suasana lebaran tapi begitu dinamis dan rasanya patut bagi dua partai ini untuk duduk bersama dan membicarakan berbagai kemungkinan yang bisa kita hadapi ke depan. Semangatnya adalah bagaimana Indonesia semakin maju dan sejahtera, dan kita berharap tidak ada hak warga negara yang dikebiri, baik hak memilih dan hak untuk dipilih dalam Pilpres dan Pileg 2024 mendatang,” ujar AHY seperti yang dikutip dari laman resmi Partai Demokrat.

“Saya dengan sukacita membuka diri untuk bergabungnya kekuatan politik. Kami saat ini terus membangun Koalisi Perubahan tentu juga membuka diri, karena di negara besar tidak mungkin satu dua elemen saja yang berperan. Untuk membangun bangsa dibutuhkan kerja sama antar berbagai kekuatan politik. Golkar dan Demokrat ingin berperan lebih besar lagi, untuk negeri kita,” tambah AHY.

Airlangga dalam pertemuan ini didampingi Waketum Partai Golkar Firman Soebagyo, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Bendahara Umum Partai Golkar Dito Ganinduto, Ketua DPP Partai Golkar Airin Rachmi Diany dan Ilham Permana.

Sementara mendamping AHY antara lain Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Sekretaris Majelis Tinggi Andi Mallarangeng. ( (*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments