PKS Gelar Festival Gendhing Banyumasan

Festival Gendhing PKS di Banyumas (foto: pks.id)

DPD PKS Banyumas pada hari Minggu (25/9) menggelar Festival Gendhing Banyumasan, dengan mengusung tema “Nguri-uri Gendhing Banyumasan : Menjaga Indonesia. Bertempat di museum Jenderal Soedirman, Karanglewas, Banyumas.

Acara diawali dengan senam masal Go PKS Go diikuti oleh 1000 simpatisan dan anggota PKS dengan antusias, dilanjutkan pengumuman lomba senam Go PKS Go dalam rangka Hari Olah Raga Nasional yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Banyumas. Lomba diikuti seluruh anggota BPKK PKS Kecamatan di kabupaten Banyumas.  

Kepala Bidang Seni Budaya PKS Banyumas sekaligus ketua penyelenggara Festival Gendhing Banyumas Udji Kustowo menjelaskan, Festival ini diselenggarakan dalam rangka membangun silaturahmi antara pegiat seni warga Banyumas khusuanya seni karawitan.

“ Selain itu juga untuk membuktikan bahwa PKS cinta budaya, bahwa PKS adalah bukan partai yang anti dengan gendhingan. Selian itu juga gendhingan dijadikan media dakwah oleh para wali songo. Filosofi kebiakan dari gendhing bisa kita ambil, salah satunya selain menghasilkan seni musik yang indah, peralatan gendhing juga mengandung filosofi yang baik. seperti sitter menggambarkan orang yang tengah bermunajat (berdoa) kepada Allah dengan posisi duduk bersila”, ujar Udji. 

Sementara itu sebagai Ketua Dewan Pakar PKS Banyumas, Tossy Ariyanto pada kesempatan itu mengatakan, nilai budaya membawa perubahan atau nilai kebaikan, PKS merasa memiliki obligasi atau kewajban ikut nguri-uri budaya.

“Jika bukan kita siapa lagi. Budaya merupakan nilai atau cara hidup yang harus diwariskan. Meski bukan secara genetik. Kebudayaan merupakana nilai yang melekat pada seorang atau sekelompok orang.”, tutunya.

Sementara itu, Kabid Dinporabudpar DPD PKS Banyumas Edi Saptono dalam sambutannya menjelaskan, Gamelan dan Islam bagai dia sisi kata uang yang berdekatan. Melalui alat musik gamelan, agama Islam dengan budaya bagaikan mata uang saling dekat. Agama Islam masuk tanah jawa melalui budaya.

“PKS sudah membantu sanggar nguri-uri Budaya banyumas. Desa kemiri dan desa semedo ada 2 perangkat gamelan diperbantukan dari pokir Joko Pramono anggota fraksi PKS DPRD Banyumas. Pak Dedi Supriyanto anggota fraksi PKS Banyumas juga memberikan seperangkat gamelan di desa Klinting sebagai bentuk nyata aspirasi dari masyarakat melalui program beliau. 8 gamelan lagi yang akan diberikan ke sanggar, menjadi program kami. 60 rebana akan dibelanjakan, bisa dijadikan aspirasi”, tuturnya.

20 grup karawitan dari berbagai wilayah Kabupaten Banyumas berasal dari berbagai kelompok umur. Ada grup anak-anak SD, SMA 1 Rawalo, grup karawitan UIN SAIZU, grup karawitan usia dewasa sampai usia yang tak muda lagi. Festival ini melibatkan para pegiat seni budaya Banyumas sebagai juri Festival gendhing Banyumasan antara lain : Sriyono, S.Pd-Ketua Pepadi Banyumas, Sungging Suharto-Seniman Tradisi, dan Ki Wanto Tirta, S.Pd- Presiden Geguritan Banyumas. (pks.id)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments