Ulama dan TNI AL Bahu Membahu dalam Perjuangan Kemerdekaan

Habib Luthfi ketika diwawancarai oleh tim Ekspedisi Maritim 2022 (foto: tnial.mil.id)

Para alim ulama pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia bahu membahu bersama TNI AL yang dahulu bernama Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) mengusir penjajah di kota Tegal.  Hal ini merupakan catatan sejarah penting yang perlu diketahui oleh generasi milenial Indonesia.

Demikian yang dikatakan oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya  atau yang lebih dikenal dengan Habib Luthfi saat diwawancarai oleh Tim Ekspedisi Maritim 2022 di Pekalongan beberapa hari lalu.

“Pengorbanan 2 ulama, 8 prajurit ALRI 6 masyarakat tidak dikenal saat itu terjadi di bukit tempeh dimana para ulama bersama pejuang ALRI diberondong senapan setelah sebelumnya disuruh menggali lubang oleh penjajah Belanda. TNI AL kemudian memindahkan kerangka jenasah para syuhada tersebut di kompleks monumen perjuangan TNI AL Wana Samudera, Kalibakung, Tegal, Jawa Tengah pada tahun 2021. Catatan sejarah ini merupakan bukti bahwa TNI AL bersama para ulama berjuang telah sejak dahulu bersama dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, cerita Habib Luthfi.

Habib Luthfi juga menambahkan bahwa jika ingin menghancurkan negara ini cukup dengan mengubur catatan sejarahnya. Oleh sebab itu sejarah bangsa ini sebagai bangsa maritim jangan sampai hilang sebagai identitas bangsa Indonesia. Sejarah mencatat bahwa kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan berbagai kerajaan besar lainnya di Nusantara besar oleh kekuatan maritimnya, baik oleh kekuatan militer armada lautnya dan kemakmuran rakyatnya yang mengandalkan wilayah kemaritiman.

tim Ekspedisi Maritim 2022 malakukan wawancara dengan Habib Luthfi sebagai seorang ulama untuk mencari informasi mengenai peran ulama dalam sejarah perjuangan pada masa penjajahan. Tim ini  selanjutnya melakukan penelurusan terhadap situs sejarah TNI AL di Gedung DPRD kota Tegal yang dulunya digunakan TNI AL sebagai markas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), Sekolah Dasar Katolik Pius yang dahulu sempat digunakan sebagai sekolah Angkatan Laut dan mengunjungi makam para syuhada di Kalibakung.

Seperti yang dikutip dari tnial.mil.id, Tim Ekspedisi Maritim 2022  ini juga akan mengeksplore tempat-tempat yang mempunyai sejarah kemaritiman di Pulau Jawa yang dibagi ke dalam beberapa etape seperti Cirebon, Tegal, Semarang, Juwana, Rembang dan Gresik, Surabaya, Pacitan, Jogja, Cilacap, Pangandaran, Banten dan berakhir di Jakarta.(*)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments