Restorative Justice Bisa Diterapkan Dalam Kasus Nikita Mirzani

ilustrasi (foto: pixabay)

Kasus yang menimpa artis Nikita Mirzani sebenarnya bisa diselesaikan lewat Restorative Justice dan tidak perlu lewat jalur pengadilan. Demikian dikatakan oleh pengacara Silvia Soembarto dalam acara bincang – bincang hukum di studio klimaks.id beberapa hari lalu.

 “Saya melihat dalam kasus ini baik pelapor mau pun terlapor lebih mengedepankan ego, sehingga yang melapor mau nya terlapor ditangkap sedang yang terlapor juga merasa benar. Namun setidaknya secara kacamata hukum saya pribadi, ketika hal tersebut tidak menimbulkan kerugian bisa dilakukan Restorative Justice atau mediasi antara pelapor dan terlapor”, tuturnya.

Tentang pasal 36 UU ITE yang dikenakan kepada Nikita Mirzani, sehingga yang bersangkutan harus ditahan menurut Silvia dikategorikan sebagai pasal karet. Kerugian materil yang dimaksud pada kasus ini, tolok ukurnya juga harus diperjelas.

Demikian halnya oada pasal 27 UU ITE tentang tentang mendistribusikan gambar tulisan dan sebagainya. Ditambahkan oleh Silvia bahwa di media sosial terutama tiktok, banyak sekali akun yang  menjelekkan orang lain namun tidak menyebut nama, walau begitu semua orang paham siapa yang dimaksud. Seharusnya hal tersebut menurut Silvia, tidak dapat dibiarkan.

“Kembali kepada kasus Nikita Mirzani, saya kira ketika kedua pihak bisa saling memaafkan sepertinya dunia ini lebih indah dan dunia hukum tidak diriberkan dengan masalah – masalah yang setidaknya bisa diselesaikan dengan baik – baik”, tuturnya.

Silvia juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan jangan melakukan hal – hal yang menyakitkan atau merugikan orang lain.(hbl)

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments