Kepemimpinan Bung Hatta Dalam Penyelesaian Pengembalian Kedaulatan Rakyat Republik Indonesia

Bung Hatta

LEKSI HEDRIFA, S. Kom

22202075

 

KEPEMIMPINAN BUNG HATTA DALAM PENYELESAIAN PENGEMBALIAN KEDAULATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Oleh : Leksi Hedrifa, S. Kom (22202075)

Dosen Pengampu : S. Benny Pasaribu., Phd (Dosen FEB Universitas Trilogi)

  • Latar Belakang Masalah

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 menjadi titik awal untuk perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah dari tanah air. Namun, perjuangan tersebut tidak berakhir pada tanggal tersebut. Setelah proklamasi, Indonesia harus melawan agresi militer dari Belanda yang ingin menguasai kembali wilayah yang mereka sebut Nederlands-Indië. Pada masa perjuangan ini, Bung Hatta menjadi salah satu sosok pemimpin yang berperan penting dalam memimpin Indonesia hingga berhasil mendapatkan kembali kedaulatannya.

Bung Hatta, atau yang bernama asli Mohammad Hatta, merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sejak muda, ia sudah terlibat dalam organisasi pergerakan seperti Indische Vereeniging (1911) dan Taman Siswa (1922). Bersama Soekarno, Bung Hatta ikut membentuk Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 1927 yang kemudian menjadi cikal bakal Indonesia Merdeka.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta diangkat sebagai Wakil Presiden dan kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri. Namun, saat Belanda melakukan agresi militer pada 1947, Bung Hatta menjadi salah satu tokoh yang dipercaya untuk memimpin perjuangan melawan penjajah. Ia bersama Soekarno dan Sutan Syahrir membentuk Kabinet Persatuan Nasional yang bertugas untuk memimpin perang kemerdekaan dan merumuskan strategi menghadapi agresi militer Belanda.

Bung Hatta menjadi sosok yang mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya negara untuk memenangkan perang. Ia memimpin program mobilisasi nasional yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh rakyat Indonesia untuk berperang, mulai dari pelatihan militer hingga merakit senjata. Terlebih lagi, Bung Hatta juga terkenal sebagai sosok yang mampu memimpin dan mengarahkan tim diplomasi Indonesia dalam perundingan yang berlangsung di luar negeri. Ia bahkan berhasil memanfaatkan pers untuk memenangkan perjuangan Indonesia di kancah internasional.

Setelah terjadi perundingan di Den Haag pada tahun 1949, Belanda sepakat untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Republik Indonesia. Bung Hatta kemudian ditugaskan untuk memimpin proses pembangunan dan pemulihan perekonomian nasional. Ia juga terlibat dalam penulisan Undang-Undang Dasar 1945 dan memainkan peranan penting dalam mengembangkan hubungan luar negeri Indonesia.

Kepemimpinan Bung Hatta pada masa pengembalian kedaulatan RI menunjukkan bahwa ia adalah sosok pemimpin yang memahami betul visi dan misi kemerdekaan Indonesia. Ia mampu memimpin perang dan diplomasi dalam sebuah koordinasi yang baik yang menghasilkan kemenangan bagi Indonesia. Setelah kemerdekaan diproklamirkan, ia juga berhasil memimpin proses pembangunan nasional dan mendirikan dasar-dasar negara Indonesia yang kuat. Kepemimpinan Bung Hatta adalah inspirasi bagi generasi selanjutnya dalam membangun Indonesia yang unggul dan sejahtera.

Beranjak dari kenyataan diatas penulis berkeinginan untuk menganalisa relevansi pemikiran dan kepemimpinan Mohammad Hatta pada masa penyelesaian pengembalian kedaulatan rakyat Republik Indonesia dengan model kepemimpinan secara teoritis yang dikemukakan para ahli.

  • Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dapat ditarik sebuah perumusan masalah sebagai berikut : ‘’Bagaimana Kepemimpinan  Muhammad Hatta dalam Penyelesaian Pengembalian Kedaulatan Rakyat Republik Indonesia?

  • Tujuan dan Manfaat Penelitian 

Tujuan Penelitian 

  1. Mengetahui latar belakang kehidupan Mohammad Hatta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.pada masa pengembalian Kedaulatan Rakyat Republik Indonesia
  2. Mengetahui relevansi pemikiran dan kepemimpinan Mohammad Hatta tentang  konsep kepemimpinan secara teoritis dengan kondisi yang sebenarnya. 

Manfaat Penelitian 

  1. Menambah pengetahuan penulis baik secara teori maupun praktek. 
  2. Memberikan pengetahuan bagi orang lain yang belum mengetahui tentang kajian ilmu yang dibahas dalam penelitian ini. 
  3. Sebagai sumbangsih ilmu pengetahuan dalam fokus kajian yang ada dalam penelitian. 

 

  1. Metodologi Penelitian

Metode penelitian merupakan cara yang ditempuh untuk melaksanakan penelitian dengan taraf pengetahuan ilmiah yang digunakan untuk menyimpulan fakta-fakta atau prinsip-prinsip kepastian mengenai suatu masalah. Adapun metode penelitian dalam fokus kajian penelitian ini, jenis penelitian ini yang digunakan adalah studi pustaka. Kajian studi pustaka yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian isi teks dengan olahan filosofis teoritis. Bentuk kajian yang digunakan untuk megetahui ide-ide dan pemikiran tokoh dan juga digunakan untuk mengetahui biografi dalam telaah historis.

  • Hipotesa

Bung Hatta atau Drs. Mohammad Hatta adalah tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yakni sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan juga pemimpin dalam masa pengembalian kedaulatan Indonesia dari Belanda. Kepemimpinan Bung Hatta pada masa pengembalian kedaulatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kestabilan negara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Berikut adalah ulasan tentang kepemimpinan Bung Hatta pada masa pengembalian kedaulatan Indonesia:

  1. Mengadakan Konferensi Meja Bundar

Salah satu kepemimpinan Bung Hatta pada masa pengembalian kedaulatan adalah mengadakan Konferensi Meja Bundar. Konferensi ini adalah upaya untuk membahas mengenai pengembalian kedaulatan Indonesia dari Belanda. Konferensi Meja Bundar berlangsung selama sebulan, dimulai dari November hingga Desember 1949.

Dalam Konferensi Meja Bundar ini, Bung Hatta berhasil mempertahankan kepentingan bangsa Indonesia. Beliau berhasil merundingkan mengenai wilayah Indonesia, keuangan negara, pasukan, dan hak untuk mengendalikan perusahaan Belanda di Indonesia. Konferensi Meja Bundar sukses menuntaskan pengembalian kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

  1. Mendorong Pembangunan Ekonomi

Setelah Indonesia merdeka dan mulai melakukan pemulihan paska-perang, Bung Hatta mendorong pembangunan ekonomi melalui berbagai program seperti program ekspor, program pensiun, program pertanian dan program transmigrasi. Pemerintahan Bung Hatta berusaha menjalankan program-program ini agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

  1. Mengurangi Kesenjangan Sosial

Bung Hatta memandang bahwa kesenjangan sosial merupakan masalah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Beliau memperkenalkan kebijakan redistribusi tanah yang bertujuan mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, Bung Hatta juga mendirikan lembaga-lembaga sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

  1. Meningkatkan Diplomasi Internasional

Bung Hatta adalah tokoh yang sangat peduli dengan hubungan internasional. Beliau memperjuangkan Indonesia agar dapat diakui sebagai bangsa yang merdeka dan memiliki kedaulatan yang penuh oleh dunia internasional.

Bung Hatta berhasil menyebarkan pandangan internasional tentang Indonesia, termasuk melalui peran aktifnya di Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Dalam lingkup regional, Bung Hatta juga menjadi pendiri Gerakan Non-Blok pada 1955, yang bertujuan agar Indonesia dan negara-negara dunia ketiga lainnya menjadi kuat, dan tidak menjadi sekutu dari blok manapun.

Kepemimpinan Bung Hatta yang kharismatik, Demokratik dan Transformatif mampu membawa kedaulatan Rakyat Indonesia Kembali ke pangkuan Ibu pertiwi, Kepemimpinan Kharismatik adalah bentuk kepemimpinan yang sangat kuat dan mempengaruhi kepercayaan dan penghargaan pengikutnya. Menurut Yukl, kepemimpinan kharismatik dapat dikarakteristikkan oleh sejumlah ciri-ciri, termasuk:

  1. Penggemar. Pemimpin kharismatik memiliki pemahaman intuitionistis tentang kecocokan dirinya dan lingkungan kerjanya, sehingga memberinya karisma yang dapat memikat dan mempengaruhi pengikutnya untuk mengikuti visinya.
  2. Ketidaktergantungan. Pemimpin kharismatik memiliki kepercayaan dan keberanian pada dirinya sendiri, sehingga memiliki kemampuan membangkitkan semangat dan keberanian pada pengikutnya.
  3. Kepercayaan. Pemimpin kharismatik dapat memberikan pengaruh positif pada pengikutnya dan membuat mereka merasa aman. Ini dicapai dengan membangun hubungan dan memperlihatkan keberanian dalam menghadapi tantangan.
  4. Inspirasi. Pemimpin kharismatik dapat menginspirasi pengikutnya dengan visi yang jelas dan meyakinkan serta kemampuan untuk secara tak berdaya melibatkan mereka dalam mewujudkan tujuan bersama.
  5. Kreativitas. Pemimpin kharismatik mendorong pengikutnya untuk berpikir kreatif serta merancang solusi baru untuk masalah kompleks. Ini menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan memberikan pengikut kesempatan untuk mengembangkan keterampilan.
  6. Komitmen. Pemimpin kharismatik memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai, tujuan, dan pengikutnya. Mereka siap berjuang dan mengorbankan waktu dan energi untuk mencapai tujuan bersama.
  7. Keterbukaan. Pemimpin kharismatik menerima kritik dan saran untuk meningkatkan dirinya dan visinya. Mereka berkomunikasi dengan jelas dan langsung pada pengikutnya.

Dengan memadukan ciri-ciri tersebut, pemimpin kharismatik dapat menjadi pemimpin yang inspiratif, bertindak sebagai role model, serta mampu membawa pengikutnya ke arah tujuan bersama.

Kesimpulan

Kepemimpinan Bung Hatta pada masa pengembalian kedaulatan Indonesia sangatlah penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang sebenarnya. Beliau berhasil mempertahankan kepentingan bangsa Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar serta berhasil melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Selain itu, perannya dalam mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan diplomasi internasional, dan memperjuangkan hak Indonesia di dunia internasional, membuat namanya selalu diingat oleh rakyat Indonesia hingga kini.

Mohammad Hatta dikenal sebagai tokoh yang memegang teguh prinsip yang diyakininya. Ia selalu memperjuangkan status Indonesia sebagai negara yang mengakomodasikan kepentingan segala golongan, bukan hanya segelintir orang atau golongan tertentu. Ia bahkan rela meletakkan jabatannya demi mempertahankan kesatuan bangsa. Latar belakang pengetahuannya yang amat mendalam tentang ekonomi dan ketatanegaraan mengantarkan dirinya terlibat aktif dalam berbagai peristiwa penting dalam proses pembentukan nation state Indonesia. Hatta adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan nama “Indonesia’’ dalam tulisan yang diterbitkan oleh De Socialist pada Desember 1928. Dalam berbagai tulisannya, terlihat bahwa ia merupakan tokoh yang dekat dengan rakyat.

Kepemimpinan Bung Hatta yang kharismatik, Demokratis dan Transformatif seharusnya dicontoh dan diteladani oleh pemimpin-pemimpin yang ada di era setelah kemerdekaan hingga saat ini, jika pemimpin- pemimpin Bangsa Indonesia saat ini memiliki karakter dan gaya kepemimpinan yang sama dengan gaya kepemimpinan Bung Hatta maka dipastikan Bangsa Indonesia akan lebih baik dan lebih sejahtera seperti cita-cita yang dimaktubkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Bung Hatta adalah sosok yang sangat sederhana, jika pola hidup yang sederhana tersebut diterapkan oleh para pejabat dan pemimpin Bangsa Indonesia maka dapat diyakini bahwa Kesejahteraan akan adil dan merata, Korupsi tidak akan terjadi karena karakter pemimpin yang sederhana tidak akan memperkaya diri sendiri dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.

Semoga dengan adanya penulisan ini diharapkan akan menjadi renungan bagi pembaca bahwa karakter Bung Hatta adalah salah satu karakter yang kita tunggu kembali kehadirannya untuk memimpin Bangsa ini sehingga Rakyat Indonesia bukan saja sebagai bangsa yang berdaulat tetapi juga sebagai Bangsa yang merasakan keadilan yang merata, makmur dan sejahtera.

        Penulis

 

  Leksi Hedrifa

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments